Fiksi dan realitas adalah dua hal yang berbeda.
Tentangmu dan tentangku mana yang realitas dan mana yang fiksi. Kau tahu bumi berputar dalah satu hari selama 24 jam. Apa kau mempercayainya? Apa kau merasakan bahwa bumi ini berputar? Aku tidak. Sama seperti logika itu. Aku pun tak merasakanmu.
Siapa kau. Apakah kau adalah kenyataan? Aku tak yakin. Biar semua orang meyakini kisah itu. Aku sanksi. Bukankah tentang kita hanyalah sebuah perjanjian hitam di atas putih yang kita sepakati untuk kita hadirkan di panggung. Sebuah drama. Jika kau membenciku karena nya aku tak peduli. Bagiku kau tak lebih daripada aktor belaka.
Bukan kah kau yang meminta. Karena itu aku pun menyetujui nya. Kita sepakat. Dan di sinilah kita memutuskan untuk berakhir. Lalu apa yang kau sebal kan? Untuk apa kau gusar. Perjanjian ini kau yang membuat. Bukankah aku sudah menawarkan jalan cerita yang lain, yang malah kau tinggalkan. Inilah jalan cerita yang kau pilih. Bukankah kau mencintai fiksi? Sudah kita tampilkan bukan fiksi terbaik yang membuat semua penonton tercengang. Dan di sinilah layar akan segera tertutup. Lalu mengapa kau gusar?
Kau aneh.
Jangan bilang kau ingin membuat semua fiksi ini menjadi realitas. Maaf, ini tidak sesuai kesepakatan. Aku sudah lelah dengan drama mu. Apa tawaran ini bagian dari fiksi baru mu? Jika ia, silahkan cari pemain lain yang mampu mengimbangi mu.
0 comments:
Post a Comment