Hei hujan, iya kamu. Lama kita tidak bersua. Kali ini permainan takdir cukup aneh ya. Mungkin tak lama lagi kita benar benar tak akan bisa bersua, tapi rupanya kita dipertemukan sebelum itu terjadi. Masih ada sedikit rasa akan hawa yang kau timbulkan setelah hujan. Meskipun ini sudah setahun sejak hari itu, tapi caramu berbicara, melangkah, tersenyum masih teringat jelas. Bahkan kau hadir di mimpi, dan saat terbangun aku seolah dapat meresap aroma khas yang kau tombulkan. Ini aneh bukan? Kita tak pernah cukup baik dalam berbincang, begitu pun untuk sekedar saling memdukung keberadaan satu sama lain, saling percaya pun tidak, tapi kenapa hingga saat ini kau tak tergantikan.
Ahhh, jika waktunya tepat, jika waktu itu datang aku pasti akan mengatakannya tanpa meragu, tapi untuk saat ini biarlah kusimpan segala keraguan itu. Masih banyak hal yang harus kukerjakan.
Hei hujan, tolong jangan menghilang dulu. Masih ada kata yg belum terselesaikan. Jangan terbawa angin, kalau kau ingin pergi. Pergilah, tapi seperti siklus air kuharap kau datang lagi kelak jika waktunya telah tiba.