Pages

Wednesday, December 26, 2012

Temaram

Sepertinya ada sisa cahaya yang menelusupi celah teralis. Dua sinar yang datang pada waktu yang berbeda. 

Temaram sinar senja yang beranjak malam. Merengkuh nanar yang menjelma malam. 
Dan fajar yang menyeruak, dalam balutan embun pagi. Menyambut mentari yang kian tinggi. 

Kini celah itu kian nyata. Dunia kita berbeda sekarang. 

Dan kau menutup lembaranmu pada senja yang datang seperti biasanya. Memulainya lagi pada keesokan harinya saat fajar datang dengan kisahmu yang baru. 

Bagiku senja ini tak berbeda. Malam kembali datang bersama kisahnya. Hanya sekelumit kisah yang tak bisa dimulai dan tak bisa pula diakhiri. 

Bagaimana ini bisa menjelma rindu ketika kita bahkan tak pernah saling bertautan. Saling berselisih jalan pada ujung waktu. Kau menjelma pagi, dan aku menjelma malam. 

Kau adalah temaram. Temaram yang datang saat senja ketika sinar mentari berbias dalam imaji.