Temaram sinar senja yang beranjak malam. Merengkuh nanar yang menjelma malam.
Dan fajar yang menyeruak, dalam balutan embun pagi. Menyambut mentari yang kian tinggi.
Kini celah itu kian nyata. Dunia kita berbeda sekarang.
Dan
kau menutup lembaranmu pada senja yang datang seperti biasanya.
Memulainya lagi pada keesokan harinya saat fajar datang dengan kisahmu
yang baru.
Bagiku
senja ini tak berbeda. Malam kembali datang bersama kisahnya. Hanya
sekelumit kisah yang tak bisa dimulai dan tak bisa pula diakhiri.
Bagaimana
ini bisa menjelma rindu ketika kita bahkan tak pernah saling bertautan.
Saling berselisih jalan pada ujung waktu. Kau menjelma pagi, dan aku
menjelma malam.
Kau adalah temaram. Temaram yang datang saat senja ketika sinar mentari berbias dalam imaji.