Kepada April,
Hei, April bagaimana kabarmu di kota pelajar sana? Entah kenapa aku ingin menulis surat untukmu. Sudah berapa lama kita tidak bercengkrama lagi? Kelihatannya setahun sudah sejak aku melihatmu untuk terakhir kalinya. Kau nampak lebih berisi saat itu. Hobi makanmu masih tak berubah ya? Atau mungkin malah semakin bertambah di sana. Hahaha. Yah, baguslah setidaknya aku jadi yakin kau sehat - sehat saja di sana.
Pertama, mungkin aku ingin meminta maaf. Maaf aku tak sempat mengirimu pesan selamat ulang tahun di hari ulang tahunmu. Padahal di hari itu pada kau akhirnya menginjak kepala dua. Jujur aku bingung. April, kau sahabatku, tidak bahkan lebih kau keluarga kedua ku. Bagaimana mungkin pada hari sepenting itu aku hanya mengucapkan sepatah kata? Seandainya bisa, aku ingin mengucapkannya langsung di hadapanmu. Aku ingin memberikan tamparan sebanyak umurmu sebagaimana yang biasa kita lakukan dulu saat masa SMA. Yah, tapi kelihatannya itu sulit sekali. Aku tahu kau sibuk sekali di sana. Jurusanmu memang tidak ringan. Aku tahu itu. Tapi karena kau adalah April yang aku kenal, aku yakin kau pasti bisa melampauinya.
Hei, April. Kau tahu? Sudah banyak yang terjadi semenjak keergianmu. Ketika kau sudah tidak berada di bumi pakuan ini. Hujan di sini sudah tak sebanyak dulu. Entah kenapa cuaca menjadi begitu panas. Aku sampai gagal melakukan operasi pemutihan karenanya. Haha. Yah tapi di kotamu pasti lebih panas kan? Pasti kau lebih hitam dariku. Hahaha. Bagaimana? Apa akhirnya kau berhasil menjadi wanita yang feminim? Kalau aku, jelas gagal total. Huahahaha. Terlalu sulit bagiku pril.
Eh iya, aku baru saja melakukan perjalanan yang jauuuuuuuhhhh sekali pril. Aku baru melakukan tugas lapang. Ini sangat menyenangkan. Suatu hari nanti aku akan mengajakmu ke tempat aku itu. Tempat itu sangat seru sekali pril. Nanti kita melakukan kegilaan lagi di sana. Haha. Kau tau tidak? Aku di kerjai di sana. Aku di jodoh - jodohin sama temanku. Parah sekali mereka. Susahnya hidup sebagai single. Kemana - mana dikerjai terus. Aku jadi ingat, bagaimana hubunganmu dengan pacarmu? Kau belum pernah cerita soal dia kepadaku. Ceritalaaaaahh Pril. Hahaha. Yah apapun itu semoga dia memang orang yang tepat untukmu. Langgeng yaa :D
Kau masih ingat keluarga kedua kita pastinya. Banyak yang berubah juga dari mereka.
Kau masih ingat si heboh Febri? Dengan kumisnya yang terbukti berhasil memikat wanita itu? Haha. Sekarang dia jadi lebih kalem dan kabar baiknya dia berhenti merokok. Dia masih jail, tapi Febri sekarang (entah kenapa) jadi lebih dewasa. Dan kejutannya adalah dia (tiba - tiba) jadi pinter. Hebat banget. Teman kita yang analog itu sekarang sudah berevolusi menjadi manusia digital, kau pasti akan kaget melihatnya? Dia cinta pertama mu diantara yang lain di keluarga kita kan? Haha. Aku jadi ingat pengakuan mu padanya. Lucu sekali, semua jadi spechless saat itu. Kau memang tak terduga. Hahahaha.
Kau ingat Ari? Ari juga sulit sekali di kontak, sama saja sepertimu. Aku juga jarang melihatnya di kota ini lagi. Yang aku tahu dia menjadi semakin gaul di sana. Haha. Yah, ari memang ari. Ingat dulu dia hobi sekali clubing, dan kita cuma bisa geleng - geleng kepala. Ah dan kau yang mengira XI adalah XXI. Antara tempat clubing dan bioskop itu jauhhhh sekali pril. Kau bahkan berimajinasi membawa tenda ke sana karena kamu mengira itu bioskop, dan kau heboh sendiri setelah akhirnya tahu bahwa kau salah menanggapinya. Hahaha.
Dan Aril, akhirnya dia kembali menjejakkan kakinya di kampus kuning di jurusan yang sama dengan saat kita memulai bangku perkuliahan kita. Ya, setelah sempat keluar dari sana ia memang mendaftar ke sebuah universitas swasta, tapi kemarin ia mendaftar kembali dan kembali (lagi) diterima. Ia akan memulai perkuliahannya sebentar lagi. Kau tau, dari dulu dia memang tak bisa dibaca jalan pikirannya. Ingat kita pernah bertengkar hebat dengannya karena sifatnya itu? Aku ingat kau marah sekali padanya. Anehnya, kalau diingat itu menjadi lucu sekali saat ini. Hehe.
Dan sahabatmu si Mei. Aku ingat dulu kau bertengkar hebat dengannya. Sekarang sudah baikan kan? Mei yang sekarang jauh lebih dewasa daripada Mei yang dulu. Ia juga sudah tidak se- moody saat kita SMA dulu. Pokoknya dia jadi keren sekali sekarang. Sifatnya sudah berubah. Dia sudah mulai bisa mengendalikan emosi nya. Kau harus bertemu dengannya suatu waktu. Jujur saja, aku jadi kagum pada perubahannya yang satu itu. Yah, walaupun begitu tak ada yang berubah dengan penampilannya. Dia tetap si selengean Mei. Hahaha. Dan sama seperti gw, nampaknya musim semi pun masih belum datang pada Mei. Sebuah tanda tanya besar bukan? Aku jadi penasaran seperti apa laki - laki yang nanti akan membuat Mei terpikat. Hahaha.
Julli, juga sama saja seperti Ari. Salah satu yang hampir menghilang, tapi ia masih sering bertukar pesan singkat denganku. Kelihatannya urusan asmara nya cukup baik. Haha. Dan kau tau ia kursus menjahit wow banget. Bagaimana denganmu? Jangan mau kalah pril. Hahaha.
Lalu keluarga kita yang seangkatan dibawah kita si Ijul. Kau tahu? Akhirnya ia diterima PTN. Tepatnya di PTN yang sama denganku sayang beda jurusan dan departemen. Ia sekarang maniak masak. Setiap naik gunung ia akan membawa set alat memasknya. Hahaha. Dia benar - benar konyol. Dan dia masih songong seperti dahulu. Aku ingat kita pernah bertengkar dengannya gara - gara ini.
Septi, ia masih sama. Bahkan terlihat lebih modis. Maklum bandung. Ia masih sepeerti dulu. Tak berpikir panjang maksudku. Kau ingat kita pernah marah dengannya gara - gara ini. Dan kita sampai menyidangnya. Apa boleh buat bukan? Ia memang selalu nekat. Dan terakhir aku mendengar cerita ia kesasar di gunung lawu, karena kebiasaannya memisahkan diri itu. Well, kita pernah dimarahi soal ini sama senior bukan?
Lalu Ember. Dia si kurus dengan gaya jalan ngajakin perang. Dulu kau pernah suka dengannya kan? Hahaha. Sekarang ia pacaran dengan teman baikku di kelas. WOW. Dunia ini memang sempit. Siapa sangka. Padahal temanku itu dulu se asrama denganku. Dan di kelas kami dekat. Dan tau - tau dia jadian dengan ember. Dunia memang penuh dengan hal yang tak terduga ya kawan.
Tambah satu lagi, kau ingat tidak Desi? Teman kita yang paling tomboy itu, yang bahkan kewanitaannya diragukan. Dia baru saja menamatkan semeru nya. Dan hebat sekali. Gw turut bangga dan terharu tentunya. Kau tahu ia menyatakan perasaannya pada Ijul. Gw liat dan syok. Gak juga sih. Kami sengaja melakukannya. Kau tahu? Penantian 5 tahun itu memang tidak mudah. Jadi sebaiknya dikatakan bukan?
Kelihatannya surat ini sudah begitu panjang. April aku sudahi dulu ya. Aku rindu bermain denganmu. Tapi tidak sekarang pun tidak apa - apa. Suatu hari nanti kita pasti akan menjadi orang - orang sukses yang mampu memberikan manfaatk bagi orang di sekeliling kita. Dan saat itu kita harus bertemu. Bukan sebagai bocah yang tidak bisa apa - apa, tapi sebagai manusia yang bermanfaat bagi sesama. Dan jika waktu itu tiba, aku harap kita bisa duduk - duduk menatap senja pada halte TP VIP lagi. Sembari menceritakan segala pengalaman hidup.
Sehat - sehat pril. Aku selalu mendoakanmu :D