Pages

Monday, December 15, 2014

Penghubung

Hari itu tak seperti biasa. Hari itu kau memandangi hujan seolah kau membencinya. Hujan yang dulu kau sukai.

Kau berkata bahwa hujan mempertemukan kita sebagaimana ia mempertemukan langit dan bumi. Kau berkata kau menyukai hujan karena ia mengijinkan ku bertemu denganmu.

Hari itu hujan. Kau terdiam di sudut ruangan. Suara gemuruh hujan berlomba-lomba mengisi keheningan yang ada. Tak ada sepatah kata pun yang tercipta antara kau dan aku. Hanya hujan.

Pikiran kita berkelana. Ke arah mana aku pun tak tahu. Menyimpan kata dalam benak. Kau dan hujan hari itu adalah cerita terakhir yang ada.

Suara derit pintu itu menggema kala kakimu melangkah pergi. Dari sudut mataku kau perlahan hilang dalam balutan hujan.

Rupanya hujan bukanlah penghubung kita. Kita berbeda.

0 comments:

Post a Comment