Pages

Tuesday, September 23, 2014

Aku kamu kita

Saya masih mengingatmu dalam ingatan yang menjalar bagai akar yang tertancap tajam.

Saya bukannya masih berharap atau meminta lebih dari yang ada. Karena berharap padamu itu meniadakan apa yang ada saat ini.

Kamu, dan jarak yang terbentang. Segala hal yang memang tidak akan terjadi. Seperti menunggu angin berhembus di katulistiwa. Kamu adalah sosok yang begitu jauh.

Semua sadar yang ada tetap tak bisa membendung rasa rindu yang terbesit. Kamu kamu dan kamu hadir dalam mimpi. Mimpi, sesuatu yang hilang ketika kau terjaga.

Apa saya masih berharap? Entahlah kadang saya rindu dengan obrolan yang kita lakukan dahulu. Ringan, tapi aku tahu kau di sana, tapi lamat aku sadar kau jauh.

Aku kamu adalah cerita yang tak pernah ada. Tak pernah terkatakan. Bahkan mungkin tak menjejakkan kenangan.