Jalan itu mengantarkanku pada apa yang tidak ku ketahui. Tangan panjangmu menarikku pada sisi jalan melindungiku dari mobil lalu lalang. Tanpa tahu apa-apa tanpa berprasangka kita berjalan pada jalan panjang itu. Kau yang pada saat itu tak ku ketahui apa. Tetiba kau menarik tanganku pada tanganmu. Hangat. Sepersekian detik waktu berhenti. Berusaha meluruskan pikiran yang menjadi baur. Langit sore itu mendung. Diiringi hujan yang turun deras setelahnya. Kau masih tertawa. Lagi tanganmu meraih tanganku. Aku bimbang. Pada tiap detik waktu yang berhenti aku kembali bertanya. Meragu dan bimbang. Bolehkah. Pada setiap waktu aku kembali ke garis start yang tak pernah ku coba untuk dilewati. Garis tak berujung karena tak pernah ku mulai. Haruskah ku mulai? Kini itu menjadi pertanyaan. Tak terjawab. Tak terungkap. Ada kabut di kepala ini yang harus disingkirkan segera. Ada sesuatu yang mendesak, bergemuruh cepat sama seperti awan mendung hari itu. Lagi-lagi apakah kaki ini harus melangkah? Ini adalah pertanyaan berulang. Tak berjawab.
Pages
GREEN goes to the WOOD
Sunday, April 12, 2015
Quotes
The only thing I regret is unable to stop this feeling to grow. and worst it became a sad memory to remember
Blog Archive
Followers
Powered by Blogger.
0 comments:
Post a Comment