Pages

Tuesday, August 7, 2012

Bintang

Kata orang kamar adalah tempat kita mengenang segala masa lalu. Kerap kali kita berpikir tentang mengulangi masa lalu. Saya juga. Saya pernah menyukai seseorang. Bukan hal penting sebenarnya. Sama seperti kebanyakan remaja, saya juga pernah merasakan sebuah perasaan cinta, dan tentu saja cinta pertama. Kata orang cinta pertama sulit untuk dilupakan. Dan yah begitu pula saya. Meski memang perasaan saya ini tidak pernah terungkap. Cinta tak harus dikatakan bukan?

Dan cinta pertama saya adalah kepada seorang sahabat saya. Kami sudah dekat sembari kecil. Mungkin hal inilah yang membuat saya tak begitu menyadari bahwa saya sudah menyukainya. Hingga akhirnya saya sadar saat menginjakkan kaki ke sekolah menengah atas. Tapi tetap saja tak ada alasan saya untuk mengatakannya. Bagi saya dia sahabat yang penting. Jadi buat apa saya mengatakannya. Yah kau tahu, mungkin aku hanya takut kehilangan seandainya ia mengetahui nya. Banyak kemungkinan sebenarnya, tapi saya tak cukup berani mengambil kemungkinan itu sehingga perasaan itu tetap saya pendam.

Sebutlah namanya Bintang. Buat saya, ia seperti bintang, karena tanpa ia mungkin saya tidak akan menjadi saya yang seperti sekarang. Tapi yah mari kita biarkan saja soal itu. Setiap orang pasti ingin berada di sisi orang yang menerima ia apa adanya. Begitu pun saya. Ia mungkin bukan tipe saya sama sekali, tapi dia selalu ada di situ ketika saya kesulitan dan bahkan saat senang. Tapi ia sahabat saya. Saya takut untuk melangkah. Dan perasaan itu saya pendam bertahun - tahun lamanya hingga memasuki perguruan tinggi.

Walaupun pada akhirnya toh saya berhasil menemukan orang yang saya sukai. Di sela terkecil hati saya, tentu saja saya masih memiliki perasaan padanya. Dia sahabat saya. Inilah kata - kata yang selalu berhasil membuat saya menahan diri. Diam, bungkam, tertunduk. Meresapi kesunyian bintang di malam hari. 

Hingga akhirnya kau benar pergi dari hadapanku. Merangkul bulan yang gemerlap. Aku? Tentu saja aku tak bisa disandingkan dengan Bulan. Bohong kalau aku tak merasa sedih. Ya, aku terbata pada kursi - kursi kampusku. Mataku tak henti memastikan berita angin itu. Kau dan Rembulan. Kalian terlihat serasi. Melengkapi. Dan bukan aku. Lalu kenapa? Aku meyakinkan diri. Bulan lebih indah. Lebih terang. Ia lebih cocok berada di sampingmu, Bintang. Bukan aku. Kau sahabatku. Tentu saja kau harus mendapatkan segala yang terbaik, sebagai balasan atas kebaikanmu. Tapi hati ini tak mau dengar. Dan aku ternyata menangis. Aku tak mengerti. Bukankah sudah kuputuskan kau sahabatku? Lalu kenapa aku masih menangis? Aku membenci diriku. Terlebih saat itu.

Sudah berapa lama itu? Aku bahkan mulai meragukan hari dan tanggal. Semua masih terasa samar bagiku. Bintang di langit pun sudah tak terlihat jelas lagi. Anehnya, masih ada bagian - bagian yang tidak bisa aku lupa. Bahkan aku tak tahu lagi bagaimana cara membuka pintu hati ini. Entahlah aku lupa, bagaimana cara mempecayai orang belakangan ini. Entah kenapa aku tak bisa berhenti memamerkan senyum yang terasa palsu ini. Aku ingin berhenti. Hanya saja, aku tak ingin membiarkanku kembali menangis. Seperti malam itu, setidaknya. 


Tenang saja, aku sahabatmu. Aku tak akan menginjak batas lebih dari itu. Suatu saat nanti aku pasti menemukan kebahagianku seperti yang kau bilang. Tapi, kenapa hati ini masih terasa sesak?

Jason Mraz - Prettiest Friend


This is what I look like today
And I'm trying not to pull out my hair
I'm trying hard to grow it but I'm far too shy to grow it back there
That is probably why I like wearing hats
There's no denying I'm deferring the facts
Avoiding confrontation
Lacks tact in a situation
Behind every line is a lesson yet to learn

But if you asked me
The feeling that I'm feeling is overwhelming
And oh it goes to show
There's so much to know
[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/j/jason_mraz/prettiest_friend.html ]
I wrote this for my prettiest friend
But while trying not to prove that I care
I was trying not to make all my moves in one motion and scare her away
She can't see she's making me crazy now
I don't believe she knows she's amazing how
She has me holding my breath
So I'd never guess that I'm a nonesuch unsuitable, suitor for her

And if you ask me
The feeling that I'm feeling is complimentary
And oh it goes to show
The moral of the story is boy loves girl
And so on, but the way that it unfolds is yet to be told

I know that I should be brave
Even pretty can be seen by the blind
I know that I cannot wait
Until the day we finally learn how to find each other
Redefining open minds

And if you ask me
The feeling that I'm feeling is overjoyed
And it's golden, it goes to show then
The ending of this song should be left alone
And so on cause the way it unfolds is yet to be told

More lyrics: http://www.lyricsmode.com/lyrics/j/jason_mraz/#share

0 comments:

Post a Comment